Selasa, 07 Oktober 2014

akuntansi dan laporan keuangan


Akuntansi dan laporan keuangan

1. Pengertian akuntansi
            Istilah akuntansi berasal dari bahas asing yaitu accountancy, yang pengertiannya menurut para ahli berbeda satu sama lain. Berikut ini terdapat pengertian akuntansi dari, American Accounting Association (AAA), yaitu:
            Akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, dan pelaporan inforasi ekonoi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi pihak pemakai informasi. Berdasarkan definisi yang dikeluarkan oleh lembaga AAA dapat disimpulkan bahwa:
1.         Akuntansi merupakan proses yang terdiri atas pengidentifikasi , pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi.
2.         Informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi diharapkan berguna dala penilaian dan pengambilan keputusan mengenai perusahaan yang bersangkutan.

2. Fungsi akuntansi
        Sasaran akuntansi adalah menyajikan informasi dari suatu lembaga/badan usaha kepada pihak yang berkepentingan, baik di dalam perusahaan itu sendiri maupun pihak-pihak di luar perusahaan.
            Laporan keuangan yang bersifat kuantitatif yang berupa angka-angka satuan nilai mata uang dala laporan keuangan akan berfungsi untuk:

a.      Perencanaan
Melalui informasi ekonomi yang tepat maka manajemen perusahaan dapat
menyusun rencana baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

b.      Pengendalian
Melalui informasi ekonomi yang akurat maka manajemen perusahaan dapat mengontrol dan menilai jalannya perusahaan.

c.       Pertanggungjawaban
Walaupun laporan keuangan bersifat kuantitatif, namun dapat pula digunakan untuk menelusuri data kualitatif sebagai bahan pertanggungjawaban manajemen, misalnya untuk mengambil keputusan pada masa-masa yang akan datang.


3. Pihak-pihak yang berkepentingan
        Pihak-pihak yang berkepentingan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

1.      Pihak Intern
Dikatakan sebagai pihak intern perusahaan adalah pihak manajemen. Pihak manajemen yang berkepentingan langsung dan sangat membutuhkan informasi akuntansi sebagai alat pengendali, koordinasi, dan perencanaan

2.      Pihak Ekstern
Sebagai pihak ekstern yang sangat berkepentingan dengan informasi akuntansi perusahaan adalah;
a.      Pemilik/investor
Pemilik/investor memerlukan informasi akuntansi perusahaan untuk mengetahui posisi maju mundurnya perusahaan sehingga ia mudah dalam mengambil keputusan, apakah ia akan dipertahankan,dijual, atau ditambah investasinya.
b.      Kreditor
Informasi akuntansi perusahaan sangat dibutuhkan bagi para kreditor untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya. Hal ini dapat dijadikan kreditor acuan untuk mengambil keputusan, apakah dana invistasi akan ditambah atau ditarik pinjamannya
c.      Pemerintah
Informasi akuntansi perusahaan bagi pemerintah sangat berguna untuk penetapan besarnya pajak penghasilan (PPh) badan usaha. Selain itu, juga dapat dipakai sebagai alat penilaian  bagi perusahaan apakah perusahaan tersebut mematuhi peraturan yang berlaku atau tidak.
d.      Karyawan
Informasi akuntansi perusahaan sangat bermanfaat bagi karyawan perusahaan untuk mengetahui kelangsungan hidupnya. Maju mundurnya perusahaan dapat berguna untuk bahan pertimbangan penuntuta naiknya gaji dan jaminan social karyawan.
e.      Pelanggan
Informasi perusahaan dapat digunakan untuk mengevaluasi hubungan usaha dengan perusahaan dalam menentukan kelanjutan hubungan pada masa mendatang.
       

4. Pengertian laporan keuangan
        Laporan keuangan adalah neraca dan perhitungan laba rugi serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampiran, di antaranya laporan sumber penggunaan dana-dana.
            Laporan keuangan merupakan gambaran mengenai dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya.
            Dari pengertian ini, jelaslah bagi kita mengapa laporan keuangan disebut sebagai sember informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Dengan mengetahui dampak dari suatu transaksi atau peristiwa terhadap perusahaan, pihak yang berkepentingan dapat menilai kinerja perusahaan.

5. Isi laporan keuangan
        Berbagai transaksi yang dialami oleh perusahaan diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok besar, yaitu unsure-unsur yang membentuk laporan keuangan. Laporan keuangan terdiri atas:
1.      Laporan laba rugi
Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan yang memberikan informasi keberhasilan yang dicapai oleh perusahaan selama periode tertentu yang dinilai dengan jumlah satuan uang.
2.      Laporan perubahan ekuitas (modal)
Laporan perubahan ekuitas adalah bagian dari laporan keuangan yang menggambarkan perubahan atas ekuitas/modal suatu perusahaan pada suatu periode sebagai akibat adanya laba atau rugi yang dialami perusahaan,  serta penarikan dan penambahan modal oleh pemilik selama periode tersebut.
3.      Neraca
Neraca adalah bagian dari laporan keuangan yang disusun secara sistematis untuk melaporkan posisi keuangan perusahaan (aktiva, kewajiban, dan ekuitas) pada suatu saat tertentu.
4.      Laporan arus kas
Laporan arus kas adalah laporan yang menjelaskan sumber-sumber kas masuk ke dalam perusahaan dan sumber-sumber kas keluar perusahaan.



6. Bentuk neraca
Neraca dapat disusun dalam dua bentuk: yaitu bentuk skontro dan bentuk staffel. Bentuk skontro, artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau sebelahmenyebelah. Sedangkan bentuk staffel sering disebut dengan bentuk laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang dengan modal di bagian bawahnya.
http://118.96.137.51:888/bahanajar/e_books/modul_online/ekonomi/MO_33/images/akt102_15.gif
http://118.96.137.51:888/bahanajar/e_books/modul_online/ekonomi/MO_33/images/akt102_16.gif

Perbedaan neraca bentuk staffel dengan skontro adalah bentuk staffel disusun secara vertikal. Harta pada bagian atas dan utang dengan modal pada bagian bawah. Sedangkan bentuk skontro, harta (aktiva) pada sisi kiri, utang dan modal pada sisi kanan

7. Laporan laba rugi
Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan yang memberikan informasi keberhasilan yang dicapai oleh perusahaan selama periode tertentu yang dinilai dengan jumlah satuan uang. Laba atau rugi suatu perusahaan dapat dihitung dengan membandingkan antara jumlah pendapatan dan jumlah beban selama satu periode akuntansi.







8. Bentuk laporan laba rugi
        Ada dua Format/ Bentuk Laporan Rugi Laba yaitu Singgle Step dan Multiple Step.

Bentuk  Singgle Step :
laporan-rugi-laba-single-step


Bentuk Multiple Step :
http://romannurbawastore.files.wordpress.com/2012/04/lap2.jpg?w=300&h=208

9. Tujuan laporan keuangan
        Tujuan Laporan Keuangan meliputi tujuan umum & tujuan kualitatif.
A. Tujuan Umum
Tujuan laporan keuangan secara umum adl sebagai berikut:
  • Informasi yg dapat dipercaya mengenai perubahan sumber ekonomi netto suatu perusahaan yg timbul dari kegiatan dalam rangka mendapatkan laba.
  • Memberikan informasi yg dapat dipercaya mengenai Aktiva, Kewajiban & Modal.
  • Membantu para pemakai dalam memperkirakan potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
  • Memberi informasi penting lainnya mengenai perubahan sumber-sumber ekonomi & kewajiban seperti informasi mengenai aktivitas belanja.
  • Mengungkapkan informasi lain yg berhubungan dengan laporan keuangan yg relevan untuk kebutuhan pemakai laporan keuangan.
B. Tujuan Kualitatif
Tujuan Kualitatif laporan keuangan :
1.      Relevan
2.      Dapat dimengerti
3.      Daya uji
4.      Netral
5.      Tepat waktu
6.      Daya banding
7.      Lengkap
Supaya laporan keuangan bermanfaat, maka harus dipenuhi oleh ketujuh poin tersebut di atas.
Pengertian untuk masing-masing Tujuan Kualitatif sebagai berikut:
1. Relevan
Biasanya relevansi suatu informasi harus dihubungkan dengan maksud penggunaannya karena jika informasi tersebut tidak relevan maka informasi tersebut tidak ada gunanya bagi pemakai informasi tersebut. Terkadang suatu informasi mempunyai tingkat relevansi yg tinggi untuk satu pengguna tetapi belum tentu untuk pengguna yg lainnya.

2. Dapat Dimengerti
Informasi harus dapat dimengerti yg disesuaikan dengan batas pengertian para pemakainya, sehingga pemakai diharapkan mempunyai kemampuan mengenai aktivitas perusahaan, proses akuntansi & laporan keuangan.
3. Daya Uji
Untuk dapat meningkatkan manfaatnya maka harus dapat diuji kebenarannya oleh pengukur yg independendengan menggunakan metode pengukuran yg sama, namun ini bersifat subyektif.
4. Netral
Informasi harus untuk kepeentingan umum pemakai tidak boleh tergantung pada kebutuhan atau keinginan pihak tertentu.
5. Tepat Waktu
Hal ini dimaksudkan supaya dapat digunakan secepat mungkin & menghindari tertundanya suatu keputusan hanya karena tidak tepat waktu.
6. Daya Saing
Laporan akan lebih berguna jika laporan tersebut disajikan secara komparatif, misalnya dikomparatifkan dengan tahun sebelumnya atau misalnya dikomparatifkan dengan laporan keuangan dengan perusahaan yg sejenis pada tahun yg sama.
7. Lengkap
Maksudnya bahwa tidak hanya menghendaki pengungkapan faktakeuangan yg penting saja melainkan juga menghendaki penyajian fakta tersebut sedemikian rupa sehingga tidak menyesatkan bagi para pemakainya





Daftar Pustaka :

Novian,Deki (2006). Siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang. Penerbit Arya Duta.

test